BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS »

Rabu, 16 September 2009

Boku no Hatsukoi -4-

Miki's POV

"Miki..."

Siapa itu?

"Ini Ibu dan Ayah..."

Ibu! Ayah!

"Miki, maafkan kami ya.. Kami harus meninggalkanmu dalam waktu lama.."

Eh? Ibu dan Ayah mau ke mana?

"Kamu akan baik – baik saja, Miki.. Ayah dan Ibu akan mengawasimu.."

Aku ingin ike tempat Ibu dan Ayah..


"Tidak bisa , Miki. Tinggallah di sini. "

Aku tidak kenal mereka... Aku sendirian...


"Tidak, kamu tidak sendirian.. Mereka akan selalu memperhatikanmu.. Anak itu akan selalu memperhatikanmu.."

Siapa? Ibu.. Ayah.. Jangan pergi!!


"Selamat tinggal...Miki..."


"TUNGGU!!! Hah!!"

Aku mengamati sekelilingku. Aku ada di kamar?
"Jadi...barusan itu hanya mimpi..."

Aku beranjak dari tempat tidurku, mengambil photo yang tertata rapih di mejaku..
"Ayah... dan Ibu..?"

Tok Tok
"Miki.. kamu sudah bangun?" Terdengar suara dari balik pintu kamarku.

"Ah, iya. Tunggu aku bukakan pintu..", jawabku.

Suara itu adalah suara Hiroko-san
"Tidurmu nyenyak, Miki?" tanyanya sambil tersenyum ramah.

Aku menganguk.
"Sarapannya sudah siap ya, Hiroko-san?"
"Betul, makanya aku memanggillmu. Ayo kita makan.", jawabnya

Kami duduk mengelilingi meja makan kami dan berdoa pagi bersama.

"Hiroko-san.." Aku memulai percakapan sebelum Hiroko-san melahap sarapannya

"Ya, ada apa , Miki?" jawabnya tenang

"Aku...memimpikan orangtuaku.."

Hiroko-san sangat terkejut, ia menjatuhkan garpu dan sendoknya sekaligus

"Apakah ini yang pertama kalinya?", tanyanya penasaran
"Iya.. Aku tidak pernah terbayang akan wajah mereka sekalipun kecuali melihat ke photo.. Sepertinya aku sudah mulai mengingat mereka sedikit demi sedikit..", aku tersenyum senang.

"Miki..."
Hiroko-san beranjak dari kursinya, berjalan ke arahku dan memelukku erat...
" Aku akan membantumu mengingat semuanya. Aku akan mendukungmu, Miki.. Janganlah kau ragu datang kepadaku. Oh, sungguh amat terimakasih Tuhan.." Hiroko-san terdengar seperti menangis

"Terimakasih, Hiroko-san... Jika tidak ada kau, aku bahkan tak bisa mengenal diriku sendiri. Terimakasih banyak..", aku membalas pelukannya. Menepuk punggung Hiroko-san sehingga ia lebih ceria.

"Kau ini! Padahal masalah ini mengenai kamu. Kenapa malahan aku yang menangis? Hahahahaha!"
"Hahahaha, Kaunya saja yang terlalu lembek, Hiroko-san...ahaha!"

"Sudah lama, aku tidak melihatmu tertawa lagi, Miki.." Hiroko-san menepuk pundakku.
"Sungguh? Mungkin selama ini aku terlalu menyindiri..." jawabku

Hiroko-san tersenyum lemah kepadaku. Matanya bergerak dari menatap mataku hingga menatap... dadaku??? Ia terlihat bingung.

"Ada apa, Hiroko-san? Kenapa kau mengamatiku seperti itu?" dengan cepat aku menutupi dadaku dengan kedua tangannku

"Kalung itu...Dari mana kau mendapatkannya?"

DGGEER.. Ternyata dia ngeliat kalungnya toh.. Syukurlah...Kirain dada...

"Kalung ini...."

' Ini...Untukmu..'
Suara Tatsuya melintas di dalam pikiranku.

"Kalung ini.. kudapat dari temanku di Tokyo...", jawabku tersenyum
"Wah, baik sekali. Kalung ini indah sekali lho, Miki!" Hiroko-san terkagum – kagum mengamati kalungku.
"Iya, indah sekali.. Seperti pemberinya..."

"Eh? Kau bilang apa barusan?", Hiroko-san terlihat tidak mendengar jelas.

"Bukan apa- apa kok , hehehe.."

Wajah Hiroko-san terlihat bingung dan mencibir.

"Oh ya, Miki...."

"Padahal umurmu sudah 24, kok dadamu masih kecil – kecil saja ya??"

JLEBB!!! ????!!!!!!


"Hiroko-Saaaan~!!!!!" \>____________________
Sudah berkali – kali kuminta mereka untuk membuatku tidak membuatku terikat oleh film – film macam itu....Tapi mereka malah menggodaku. Sial!! Aku tidak bisa menahannya!!!

BRUKK!!!!


Tanpa sadar aku menubruk sosok itu..Aah..Buku novel bawaan ku jatuh ...Tapi yang penting adalah keadaan orang yang kutubruk ini!


“Maaf! Maaf! Sungguh maafkan aku!!”, teriakku kepada sosok itu..

“Kamu tidak apa – apa?” , tanya sosok itu kepadaku.. Akupun mulai menatap wajahnya

Gyaaa!!! Cantik banget!!! Aku tidak pernah melihat seorang wanita seanggun ini!


Rambutnya berwarna cokelat kemerahan panjang.. tubuhnya kurus, dan terlihat sangat ringan, namun tatapan matanya amat mempesona..
“Ma....Ma...Ma....Ma-a-a-a...” , aku menjadi kaku.. Ada apa denganku? Oh pasti si duo brengsek itu telah membuatku mabuk akibat film – film romannya!!!


“Wajahmu merah...”, gadis itu perlahan menempelkan dahinya ke dahiku...”Tapi kamu tidak panas, kamu ini sakit apa??” Muka gadis itu mulai kebingungan..Aku harus segera menyadarkan diri!


PLAAKK!!


Buru – buru aku menampar pipiku dan beranjak bangun..”Maaf!” sekali lagi aku berteriak. Akupun mulai berlari ke arah kampusku, meninggalkan gadis yang masih kebingungan itu...


Sesampainya di Kampus..


Dengan cepat aku menobrak pintu kelasku...BRAKK!!

Semua teman – temanku menatapku.. Aku sungguh berantakan pagi ini, aku bahkan mengenakan sendal jepit ke kampusku..Ohh! Sangat memalukan..~

“HUI! Tatsuya! Ayo cepatlah duduk!”, seru sahabatku , Eiji. Aku menatap dosen kelasku waktu itu. Entah kenapa aku bisa lulus hukuman hanya dengan tersenyum kepadanya..
Ahh~ Sudahlah, lupakan saja.. Yang penting aku sudah sampai ke sini dengan selamat.... Sisanya aku hanya perlu mengikuti kelasku dengan baik..Sampai akhirnya sudah sampai jam pulang lagi..


Pulang dari Kampus


“Tatsuya – senpai!!” Ada seorang junior menyampiriku.”Anu..Bisakah...Kita berbicara di rooftop? Aku perlu menyampaikan hal penting kepadamu...”
Eiji menatap genit ke arahku, akupun meiikuti kemauan si junior itu. Tapi bahkan aku tidak mengenalnya, hingga akhirnya aku mendengar pernyataan cinta itu..


“Tatsuya-senpai...Aku sangat menyukaimu!! Aku sangat kagum dengan sosok senpai selama ini! Senpai sangatlah keren..!! Aku tidak bisa memalingkan mataku darimu, Senpai...Maukah kamu menjadi pacarku? Oh, Senpai! Aku lupa bilang, namaku adalah Suzuki Honda... Ah,sudahlah.. Apa jawabanmu, Senpai??”


Harus kuakui, gadis ini sangatlah spontan, dan pemberani...Apalagi namanya, tunggu! Suzuki Honda? Itu kan merek motor? Ah, sudahlah! Yang pasti perasaanku....


“Terimakasih atas perasaanmu, Suzuki-san. Tapi maaf, kurasa aku tidak layak menerimanya...”

“Tapi...”
“Kita tetap bisa menjadi teman kan?”, aku tersenyum lebar kepadanya..

Hiiks....Hiks.....HUWAAAAAA!!!!


Gadis itu berlari meninggalkanku, langsung pergi keluar dari kampus...Sungguh aneh..


“Hahaha, kau menghancurkan hati seorang gadis lagi, Tatsuya?”, Eiji muncul dari balik pintu.

“Hei, Eiji! Ini bukan keinginanku..Haruskah aku bersama dengan orang yang sama sekali tidak kukenal?” , jawabku..
Eiji hanya menyengir, dan menepuk pundakku, “ Apakah tidak ada seseorang kau sukai, Tatsuya..?Kau tahu, mencintai seseorang sangatlah mudah..”


“Ya.. Kamu bisa bilang begitu Eiji! Karena kamu sudah mempunyai Rei!! Hoooh.. Kapankah aku bisa lepas dari penderitaan ini...Oh Tuhan, di mana Kau sembunyikan jodohku??”


Eiji hanya tertawa..”Rezeki ga ke mana – mana , Tatsuya..Aku yakin suatu saat kamu dapat menemukan putri sejatimu..” Eiji menyemangatiku...Dia memang sahabatku yang berarti.
”Oh Eiji, kenapa tidak kau saja yang menjadi jodohku???” aku memeluk erat Eiji.


“Hei! Tatsuya hentikan! Aku ini bukan GAY!!!!!”, Eiji kabur dari pelukanku. “Aku ada janji sama Rei, aku duluan ya!”

“Baiklah....Have fun ya!!”Aku mengibaskan tanganku ke arahnya. Eiji berlari ke bawah segera keluar dari kampus..

Kurasa sudah waktunya untuk pulang.. Aku lelah sekali hari ini..


Sesampainya di Rumah


“Tadaemaaa......” , aku membuka pintu dengan sangat lemas..

“O-K-A-E-R-I!!!” , Naoya datang memelukku erat.. “ Ke mana saja kamu, HONEY? Kamu tau ga sih Naoya-Nii-chan tuh nungguin kamu pulang....lama banget dech!” , keluh Naoya.

“Nii-san, yamete kudasai.. Jangan banyak lagak di depanku sekarang... Aku capek banget nih..” Aku melepas tasku dan bergegas ke kamar mandi..


Kubuka pintu kamar mandi dan aku mendapati Yoshida sedang dalam keadaan *****.


“YOSHIDAAAA!!!!! SUDAH BERAPA RATUS KALI KUKASIH TAHU KAMU HAH?! KALAU MANDI KUNCI PINTU!!!!! AAARRRRGH!!” , aku teriak sangat kencang aku melempar Yoshida dengan apapun yang ada di sekitarku..


“Astaga, Tatsuya..Kita ini kan sama – sama laki – laki.. Saudara pula.. Ckckckck...”, keluh Yoshida kepadaku..


“Tetap saja . Itu mengerikan tahu!!! Di saat – saat aku membutuhkan cewek, aku malah melihat pemandangan tak diinginkan begini deh. Oh, please......”


Yoshida dan Naoya dengan cepat menatap ke arahku, “membutuhkan cewek?? Tatsuya..Kamu?”


Uups!! Sial! Aku keceplosan barusan!!!!


Naoya mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, “Aku paling tahu apa yang kamu butuhkan di saat – saat begini.....TARAAA!!” Terdapat CD drama MenDol episode 3 di genggamannya.


“TIDAAAAAAAAKKK!!!!!!!” Aku berlari histeris ke kamarku, melupakan rencana mandiku, dan mengunci pintu rapat – rapat.


BRUUK!!

Aku bersender di tempat tidurku, memeluk bantalku.. Hoooh, lelah sekali aku hari ini. Aku check HPku , terdapat 2 sms..

SMS Pertama

From : Aiko
Message : Onii-chan apa kabar? Ogenki desu ka? Aiko bersama dengan Kakek dan Nenek baik – baik saja di Kyoto... Semoga keadaan Naoya Nii-chan, Yoshida – Nii-chan , dan Tatsu-Nii juga sehat – sehat saja ya.. ^________^

SMS Ke-2

From : Aiko
Message : MUAAAACHH!!! I miss you!!!! :-*
Aiko adalah adik perempuanku.
Dia tinggal di Kyoto bersama dengan Kakek dan Nenekku..Aku bersama dengan Naoya dan Yoshida tinggal di Tokyo untuk urusan masing...Naoya dan Yoshida memilih bekerja di Tokyo. Begitu juga aku, memilih untuk kuliah di sini. Aku tidak menyangka kalau dia menghawatirkan aku.
Oh! Aiko... Andai kamu di sini kamu bisa melindungiku dari singa – singa buas ini....


Aku membalas sms darinya,


Kami semua sehat di sini. MUACH! Jagalah dirimu baik – baik, Aiko.!! Sebentar lagi ada ujian ya? GANBATTE NE!! \^o^/ We always cheering for ya.


Aku menutup ponselku, dan mencari buku novelku di meja..
.....
.....
.....??!!!
BUKUKU TIDAK ADA??!!!!

Aku terus mencari , entah itu di ranselku, balik kolong tempat tidurku , lemari bajku , bahkan aku juga mencarinya di saku celanaku..

TIDA ADA! NOVEL TERBARUKU!! BRISINGR! TIDAK ADAAA!!!!!!!!

AAAH!! Ada di mana? Di mana??? Aku mulai panik... Aku menelpon Eiji, aku tak tau harus gimana lagi...


“Ya elah, Tatsuya... Coba kamu ingat – ingat tadi kamu ke mana aja? Mungkin aja jatuh , atau kebawa orang lain?” , terdengar suara Eiji dari ponselku..

“Tadi itu aku.......AH!!!”

Pasti buku itu terjatuh sewaktu aku bertubrukan dengan gadis itu tadi pagi!! Ya! PASTI! Aku kan lupa mengambilnya kembaliii.....


“Oh Eiji, betapa bodoh dan idiotnya aku, kalau tidak ada kamu aku pasti sudah gila!!”
“Ya.. kalau kau gilapun aku tak akan ada di sana untuk membantumu, Tatsuya..Hahahahha! Baiklah, sudah malam nih. Aku ngantuk... Bye – bye...”

“Ya Eiji! TERIMAKASIH BANYAK!!!!!! “ \^o^/

Eiji menutup telepon, begitu juga aku..Aah..Aku lelah sekali hari ini, sebaiknya aku cepat tidur..

Kuharap besok gadis itu muncul lagi, aku ingin mengambil bukuku..juga......berkenalan dengannya. Hehehe....

Rabu, 24 Juni 2009

Yuk Nyebur Ke Ocean Park!!!

Hari ini sesuai dengan rencana saya, Cynthia , dan Ara dari bbrp hari yg lalu...

Akhirnya kami pergi berenang ke Ocean Park....

Hal pertama yang kami cobai adalah Kolam Arus...
Hehhe, asyiknya.. jebar jebur..
Tapi saya ditenggelemin sama Cynthia...XDDD

Kedua, kami mencoba perosotan...
Ciri khas teriakan kami,

"YAHOO!!! AN****!!"

**** tidak terucap karena saya keburu menelan air..

Ya~
Terlalu banyak untuk diceritakan...XD
Oh sangat bnyak!

Yang pati selama kami bersama - sama
Tidak pernah ada hari tanpa ketawa sampa sesak napas...XDDDD

Sip, for tonight..
Sudah malem nih saya ngetik...

See you in the next page!!!!! ^___________^