BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS »

Sabtu, 11 Juli 2009

Boku no Hatsukoi by Isaka Tatsuya -2-

WEBEEEK!!!! WEBEEKK!!!
Jam wekerku sudah berbunyi..Berarti sekarang sudah jam 5.30..

Dok! Dok!

“Tatsuya... Ayo bangun! Sarapan dulu giih..” terdengar suara Naoya dari balik pintuku. Akupun bergegas bangun dan turun tangga ke ruang makan.

Di meja makan tersedia Omelette isi sayur brocoli + saus keju...

“Naoya!! Kamu yang bikin ini? Sugee.....”, aku menatapi sarapanku yang bener – bener bikin nafsu itu..

“Tatsuya, kamu jangan liurin omelletenya ya.”, seru Yoshida yang baru keluar dari kamar mandi.

Oh syukurlah dia sudah mengenakan pakaiannya...Biasanya kan..

Kami berdua berkumpul di meja makan, bergegas melahap sarapan kami.
“Oi, Tatsuya..”, panggil Yoshida
“Ya, kenapa?” , jawabku
“Kamu....... Bau asem deh!”

GRRR!!! Yoshida!!! Lo pikir gara2 siapa aku ga mandi kmaren??

“Yoshida....Bau cowok yang belum mandi itu menggoda lhoo..Hehehehhe” , candaku kepada Yoshida.

Kalau keluarga kami memang gampang akrabnya.
Yoshida hanya tertawa. Seperti inilah suasana rumahku di pagi hari. Segar dan berisik.

“Hui semua! Aku pergi duluan ya. Jangan lupa kunci pintu. Oke?”, Naoya sudah berdiri di depan pintu membawa tas laptopnya dan mengenakan kemeja kantornya.

“Baik hati – hati ya.”, jawabku. Naoyapun keluar dari rumah. Sekarang tinggal aku dan Yoshida.

“Oh ya Tatsuya, aku sudah mesti berangkat nih..”, Yoshida beranjak dari kursi mengambil ranselnya.

“He? Udah mau pergi lagi? Yo wess deh. Hati – hati ya.”
“Sip!” , Yoshida pergi dari rumah ke tempat kerjanya.

Berbeda dengan Naoya, Yoshida tidak bekerja di semacam kantor yang bekerja dengan komputer.Yoshida adalah seorang bartender di cafe “Clover”. Aku sendiri tidak mengerti kenapa ia memilih pekerjaan itu. Tapi Yoshida yakin itu adalah pilihan yang tepat untuknya.

SIIIIP! Sekarang aku mandi dulu deh!
...
Hingga akhirnya aku selesai mandi. Aku menyiapkan tas dan sepatuku. Mengenakan pakaianku, memakai parfum “AXE” ku. (aroma cokelat lho..)
Aku juga tidak lupa membawa gitarku, karena sore nanti bakalan ada latihan band..
....
....
Ah kunci pintu! Kunci pintu!



Di perjalanan ke kampus



Hmm... Kira – kira gadis kemarin bakalan datang ga ya? Aku harus bertemu dengannya..

Akupun sampai di taman kecil itu, tempat di mana aku sempat bertubrukan dengan gadis itu. Kuamati, ternyata gadis itu sedang duduk di bangku taman yang lebar. Ia mengenakan jeans panjang, dengan t-shirt berwarna putih .

Cantiknya...Keren juga iya.~. Ah, bukan waktunya untuk itu, Tatsuya! Ayo, hampiri dia!

Aku mengampiri gadis itu...”Ano...”
Gadis itu menghadap ke arahku..“Ah.. Isaka Tatsuya?” , dia bertanya kepadaku

“Ah iya, itu saya...Ada apa?”

Gadis itu mengeluarkan buku tebal dari tasnya. “Ini, punyamu..Kemarin kau menjatuhkannya. Untung aku masih ingat wajahmu...”, ia tersenyum.

“Terimakasih banyak!!”, aku menunduk kepadanya.
“Duduklah, bangku ini terlalu lebar untuk kududuki sendirian.” , tawarnya kepadaku

Akupun duduk di sebelahnya .
Kok rasanya agak...malu ya? Hehehehe

Sip! Aku sudah mendapatkan bukuku kembali! Sekarang tinggal...KENALAN!!!!!

“Seperti yang kau ketahui. Namaku adalah Isaka Tatsuya. Boleh aku tahu siapa namamu?”, aku memulai percakapan dengannya.
“Sato Miki... Kamu bisa memanggilku Miki..Salam kenal ya, Tatsuya.” , dia tersenyum ramah kepadaku.

Manisnya..~~ Hoi tunggu, Tatsuya! AYO CARI TOPIK LAIN!

“ Apa kau sering datang ke sini pagi – pagi, Miki? Kemarin aku juga bertemu dengamu di sini.”, tanyaku.
“Tidak juga. Ini baru yang kedua kalinya. Kemarin baru saja aku sampai di Tokyo! Hehehe”, ia tertawa kecil.

“HE? Jadi kau bukan orang asal sini? Dari manakah kamu datang?? Apa alasanmu ke sini? Kamu bersama dengan siapa saja?? Bisa kah kamu cerita- He!!!”

Dasar bodoh! Kenapa akumengeluarkan pertanyaan setumpuk begini? Pasti dia berpikir aku aneh! Padahal aku belum kenal dekat dengannya...

“Kamu ingin tahu??” , Miki menatapku dengan terkejut.
“Ten..Tentu.”, jawabku malu.
“Ahahahaha!!”, Miki tertawa “ Kau ini memang unik ya, Tatsuya! Setahuku tidak banyak orang yang mau bertanya – tanya mengenai orang yang baru saja ditemuinya..”

Aku hanya bisa nyengir membalasnya, “Hehehhehe, begitu ya?”

“Tapi... Aku senang.” , Miki beranjak dari bangku. Dia berjalan menjauhi bangku tempat kami pertama duduk .

“Sesampainya di Tokyo.. Aku sudah mendapat teman baru.. Terimakasih ya.” , dia tersenyum menghadapku.

Aku datang menyampirinya
“Tak perlu berterimakasih. Aku juga senang bisa mengenalmu. Semoga, kita bisa berteman baik ya!”, aku mengulurkan tanganku. Mengajaknya berjabat tangan.

Miki menatapku lembut. Dia menerima jabatan tanganku.

“Sekarang...jam....7.00..”,katanya sambil mengamati jam tanganku

Sempat – sempatnya dimengamati jam tanganku selagi kami sedang berjabat?! ..Doh. Cewek ini memang beda dari yang lain..Tunggu... Jam..7?? Kelasku mulai jam 7.15!!

“Maaf Miki! Aku harus pergi sekarang..Tak lama lagi kelasku dimulai!” , aku terburu – buru menyiapkan tas dan gitarku

“Kita..bisa bertemu lagi?”, Miki berdiri di depanku, menatap langsung ke arah mataku.

“Tentu! Kita bisa! Kapan saja!” jawabku sambil tersenyum.

Aku menyerahkan kartu namaku, “Kamu bisa menelponku jika kau mau. “

Miki merima kartuku , “ Baiklah! Hati – hati di jalan ya.”

“SIP!”

Aku berlari ke arah kampusku , meninggalkan Miki yang masih di belakangku

Ini ya... Yang namanya... jatuh cinta? Hahahaha, akhirnya aku menemukannya!

Sesampainya di kampus, syukurlah aku datang tepat waktu. Aku mengikuti pelajaran dengan baik hingga sudah waktu pulang lagi...


Beres Kuliah


“E-I-J-I!!” , Aku memeluk Eiji dari belakang.. Merasakan kebagiaan tanpa batas.

“Kamu apa – apaan sih, Tatsuya!! Kalau yang lain berpikiran aneh – aneh gimana? Aku tau dari kemarin kamu kena sial terus. Tapi jangan limpahkan stressmu ke aku dong..”, ceramah Eiji kepadaku.

“Kamu tuh ngomong apa sih? Siapa bilang aku stress? Aku nih lagi di puncak bahagianya!!! “,jelasku kepada Eiji

“Ha?”, Eiji tampak kebingungan.

“Nanti aku ceritain deh.. Sesudah ngeband ya. Kamu mampir aja ke rumah.”, ajakku.

“Sip deh. Ya udah, sekarang kita ke ruang musik dulu. Kasihan tuh si Osamu nungguin.”, jawab Eiji

“Yosh!”

Aku dan Eiji bermain musik bersama teman – teman band kami. Sesudahnya, kami berangkat ke rumahku

Sesampainya di rumah

“Tadaemaa!”, teriakku sambil membuka pintu.
“Okaeri..Tatsuya.”, sapa Yoshida yang sedang menggunakan laptopnya di meja makan.
“Naoya belum pulang?” , tanyaku.
“Nope. Dia lagi kencan sama Asuka.. Katanya sih udah lama ga ketemu..”
“Hoo~ Ya sudah deh. Eiji, yuk ke kamarku.”, aku menatap Eiji yang ada di belakangku.
....
....
LHA? Eiji mana???

Aku membuka pintu rumah, ternyata Eiji masih di luar..

“Maaf ya, hari ini ga bisa bareng dulu..Oke. Aku mengerti. Lain kali bisa kok. Jangan begitu, aku ada waktu kosong kok. Kamu tunggu aja ya. Nanti aku telepon lagi maleman ya. Sip deh, Terimakasih ya..muach! Bye- Bye..” Eijipun menutup flap ponselnya .

“Pasti barusan itu Rei ya?”, aku merangkul Eiji.
“Hehhehe...Iya...”, Eiji nyengir – nyengir
“Enak nih, yang sudah punya kekasih ..Rei memang mengerti kamu ya, Eiji.” , aku menepuk bahu Eiji.
“Ya, dia adalah gadis yang luar biasa...Yaa.. Lupakan tentang Rei. Kamu mau menceritakan sesuatu yang penting kan?”, Eiji menatapku.
“Yap, Sekarang ayo ke kamarku! “, aku menyeret Eiji ke kamarku. “Aku tuh sudah mau ngajak dari tadi! Eh kamu malah teleponan di luar!!!”

“Ampun~~ Tatsuya, Ampun~”, keluh Eiji

Sesampainya di kamar

Aku menceritakan seutuhnya kejadian tadi pagi, bagaimana aku bertemu Miki dan banyak lagi mengenai Miki..

“Intinya nih Tatsuya.. Kamu sudah menemukan.. seseorang yang kamu..cintai?”, tanya Eiji

“IYA Eiji!! IYAAA!!!! \^o^/ Aku mencintainya , Eiji! Aku cinta...Ku cinta DIAAAA~~!!!”, teriakku sambil bersender ke tempat tidurku

“Iya, Tatsuya. Aku mengerti. Tapi kamu tidak perlu menyanyikan lagu Gita Gutawa yang dari Indonesia itu kan? Hhahahahahaha!”, iseng Eiji

Malam itu aku menyampaikan isi hatiku dengan tertawa puas bersama sahabatku, Eiji. Aku juga mengajak Yoshida untuk bermain kartu bersama. Hingga akhirnya Naoya pulang membawa sake yang membuatku lepas dari kesadaranku. Yoshidapun mengeluarkan sebatang CD dari tasnya , menyetelnya di DVD playerku.. Munculah gambar tiga sosok gadis manis memakai baju sexy..
...
.....
.......
.........
Oh, Itu Mendol...
...
...


TIIDAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKK!!! \>_________

3 komentar:

愛原 イズミ mengatakan...

-Ih, Nao-cchi udah kerja yaa?? Kok jarang bagi2 hasil ya??

-Yoshi-Nii bartender?? Pantes aja semua soft-drink dirumah gak ada yg gak muncrat waktu dibuka... Gak taunya kerjaan Yoshi-Nii [baca: Oni] toh...

- Eiji & Tatsu b'duaan dikamar?? Uwahh... Bilangin Chichi-ue lohh...

-Tatsu-Nii~!! Tidaaakk~!! Mereka berdua itu [baca: Setan] telah menodai kesucian Tatsuu dengan 'Men-Dol' demo... saia juga mau lihat Kengo di 'Men-dol' :P

NdineBeth mengatakan...

Duh, Yoshida ga ada kerjaan bner..Sampe softdrink muncrat semua...XDDD

Liz mengatakan...

=)) =)) =))
"TIDAAAAAAKKKKKKKKKK"
=)) =))